
HIPMI Jateng Siap Perkuat Ekosistem Usaha: Jamaludin Malik Tegaskan Komitmen dan Arah Baru Bisnis
Semarang, 11 Juli 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat membalut Rapat Besar Badan Pengurus Harian (BPH) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Jumat, 11 Juli 2025, di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengurus untuk mengevaluasi capaian, merancang strategi lanjutan, dan memperkuat peran HIPMI dalam membina pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan di Jawa Tengah.
Salah satu sosok sentral dalam rapat tersebut adalah Jamaludin Malik, S.H., M.H., yang tidak hanya dikenal sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, tetapi juga menjabat sebagai Bendahara Umum HIPMI Jawa Tengah. Dalam kapasitasnya itu, Jamaludin menyampaikan pokok-pokok pemikiran tajam dan berorientasi solusi tentang arah baru pembinaan dan pengembangan usaha, khususnya dalam menjawab tantangan dunia usaha pasca pandemi dan era disrupsi teknologi saat ini.
Agenda Strategis dan Semangat Konektivitas Bisnis
Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan pengurus harian HIPMI Jateng dari 35 kabupaten/kota tersebut, dibahas berbagai persoalan strategis mulai dari hambatan dalam ekspansi bisnis anggota, sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah, hingga penguatan ekosistem usaha mikro dan startup lokal. Di tengah diskusi yang berkembang dinamis, Jamaludin Malik tampil menyuarakan pentingnya transformasi organisasi HIPMI menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kolaborasi.
“HIPMI bukan hanya tempat berkumpulnya para pengusaha muda, tetapi seharusnya menjadi inkubator gagasan, katalisator investasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi daerah. Kita butuh strategi baru yang lebih progresif, terukur, dan inklusif,” tegas Jamaludin.

Ia menekankan bahwa HIPMI Jateng harus mulai bergerak ke arah yang lebih adaptif dengan membangun program bisnis baru berbasis sektor unggulan lokal, seperti agroteknologi, digital ekonomi, pariwisata berbasis komunitas, dan energi terbarukan. Program-program tersebut, menurut Jamaludin, tidak hanya memperluas cakupan usaha anggota, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas.
Komitmen Kuat: Dari Organisasi Menuju Ekosistem
Rapat tersebut menghasilkan satu kesimpulan strategis utama: HIPMI Jateng akan memperkuat pengembangan usaha anggota melalui program-program sinergi bisnis lintas daerah dan membentuk divisi khusus inkubasi bisnis baru yang akan mulai dirancang sejak triwulan ketiga 2025.
Program ini dirancang sebagai langkah antisipatif terhadap lesunya beberapa sektor usaha konvensional akibat stagnasi daya beli dan perubahan pola konsumsi masyarakat. HIPMI Jateng akan mendorong anggotanya untuk merancang dan menjalankan bisnis yang memiliki nilai tambah tinggi dan memanfaatkan teknologi sebagai instrumen utama produktivitas.
“Inilah momentum kita untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Anak muda butuh keberanian mengambil risiko, dan organisasi ini harus hadir memberikan dukungan nyata — baik dalam pendanaan, mentoring, hingga akses pasar,” ujar Jamaludin.
Ia juga menyampaikan rencana sinergi keuangan organisasi yang lebih transparan dan sehat. Menurutnya, peran bendahara umum bukan hanya mencatat transaksi, tapi juga membangun sistem manajemen keuangan organisasi yang akuntabel, yang bisa menjadi model bagi para anggota dalam mengelola usaha masing-masing.
Data dan Tantangan Kewirausahaan di Jawa Tengah
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2025 tercatat sebesar 4,96% year on year, sedikit di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,11%. Sektor-sektor seperti perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, dan konstruksi masih mendominasi struktur ekonomi provinsi ini. Namun, tingkat partisipasi pemuda dalam wirausaha masih tergolong rendah, hanya sekitar 3,4% dari total populasi usia produktif di provinsi ini.
Jamaludin menanggapi angka ini dengan serius dan menyampaikan bahwa HIPMI Jateng harus mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi tersebut. Ia mengusulkan pembentukan “Program 1.000 Wirausaha Muda Baru” sebagai platform perekrutan dan pelatihan generasi baru pengusaha di bawah binaan HIPMI, terutama dari kalangan mahasiswa, alumni SMK, dan komunitas kreatif.
“Kalau kita bisa bantu anak muda melihat wirausaha bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai pilihan utama untuk hidup bermartabat, maka kita sedang memperbaiki fondasi ekonomi bangsa ini dari akarnya,” kata Jamaludin penuh semangat.
Menanamkan Etos dan Optimisme Baru
Dalam penutupnya, Jamaludin menyampaikan ajakan reflektif kepada seluruh anggota HIPMI agar menjadikan momen ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan titik balik untuk menciptakan lompatan baru.

“Mari kita perkuat etos usaha yang jujur, tangguh, dan inovatif. Jangan takut gagal, karena setiap kegagalan adalah bahan bakar untuk keberhasilan berikutnya. HIPMI harus hadir sebagai rumah besar yang memberi harapan, bukan sekadar tempat berseragam,” tuturnya, disambut tepuk tangan peserta rapat.
Dengan semangat dan kesimpulan kuat yang dihasilkan dalam rapat ini, HIPMI Jateng tampaknya siap melangkah lebih jauh. Didukung tokoh seperti Jamaludin Malik yang menggabungkan visi politik, ketajaman ekonomi, dan jiwa kewirausahaan, masa depan HIPMI sebagai motor penggerak anak muda pelaku usaha di Jawa Tengah tampaknya semakin menjanjikan.
