
Jamaludin Malik Ajak Generasi Muda Terapkan Nilai Kebangsaan dalam Karya
Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di SMAN 1 Jepara, Jamaludin Malik Ajak Generasi Muda Terapkan Nilai Kebangsaan dalam Karya
JEPARA — Anggota DPR RI, Jamaludin Malik, S.H., M.H., menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bertema “Menjaga Persatuan, Menguatkan Kebangsaan” bersama jajaran guru dan siswa-siswi di SMAN 1 Jepara.
Dalam pemaparannya, Jamaludin Malik menegaskan bahwa esensi dari 4 Pilar MPR RI bukan sekadar teori atau materi hafalan, melainkan nilai-nilai dasar yang harus diterapkan secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan pilihan politik. Namun, di atas segalanya, kecintaan kita kepada Indonesia tidak boleh berbeda. Hari ini kita tidak sekadar berbicara teori atau menghafal Pancasila, tetapi bagaimana nilai kebangsaan ini hadir dalam tindakan nyata,” ujar Jamaludin Malik.
Ia memaparkan secara mendalam implikasi dari keempat pilar bangsa:
- Pancasila sebagai Perilaku: Pancasila harus tecermin dalam sikap peduli sesama, saling membantu, bermusyawarah, serta memperjuangkan keadilan sosial.
- UUD NRI Tahun 1945 sebagai Pemahaman Hak dan Kewajiban: Konstitusi tidak hanya mengatur tata kelola negara, tetapi juga menjamin hak-hak masyarakat atas pendidikan, kesejahteraan, serta perlindungan hukum.
- NKRI sebagai Rumah Bersama: Menjaga keutuhan persatuan di tengah derasnya arus informasi media sosial, hoax, provokasi, dan politik identitas.
- Bhinneka Tunggal Ika sebagai Kekuatan: Keberagaman adalah kekuatan bangsa yang menuntut toleransi dan rasa saling menghargai.
Jamaludin menyoroti bahwa tantangan utama penerapan 4 Pilar saat ini adalah bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut secara nyata, di mana semangat kebangsaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Pesan Khusus untuk Generasi Muda
Di hadapan ratusan pelajar SMAN 1 Jepara, Jamaludin berpesan agar para siswa tidak menganggap pembahasan mengenai Pancasila dan kebangsaan sebagai hal yang kuno. Ia mendorong para generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang memanfaatkan media sosial secara bijak, bijak menyaring informasi sebelum membagikan, serta aktif berkarya bagi bangsa.
“Pemilu datang dan pergi, jabatan ada waktunya, tetapi persaudaraan dan NKRI harus kita jaga selamanya. Jadilah generasi yang tidak hanya mencintai Indonesia melalui kata-kata, tetapi bukti nyata melalui karya,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar dan pendidik mampu merawat nilai-nilai luhur kebangsaan yang dimulai dari lingkungan terdekat, baik di sekolah, keluarga, maupun di media sosial.
