
Merawat Indonesia dari Jepara: Lebih dari Sekadar Bicara, Ini Aksi Kita!

Indonesia itu luas, dan bicara tentang 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) seringkali terdengar berat atau kaku. Padahal, kalau kita lihat lebih dekat, nilai-nilai itu adalah napas yang kita hirup setiap hari di Jepara, Kudus, dan Demak. Sabtu, 20 Juni 2026, di GOR JM Serbaguna, Desa Troso, Pecangaan, suasana berbeda justru terasa. Bukan seminar membosankan, melainkan ruang obrolan hangat tentang masa depan wilayah kita.
Jamaludin Malik, S.H., M.H., anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah II, hadir bukan untuk berceramah. Beliau ingin mendengar langsung apa yang dirasakan anak muda dan warga desa. “Tugas saya bukan cuma di Jakarta. Kalau saya tidak tahu apa yang kalian butuhkan di sini, bagaimana saya bisa memperjuangkan suara kalian?” tegasnya.
Dalam pertemuan ini, banyak suara jujur yang muncul dari akar rumput. Anak muda dan warga desa dengan berani menyampaikan keresahan mereka. Mulai dari keinginan agar kelompok kerja di desa bisa lebih mudah mengakses pendampingan dalam mengelola dana desa untuk proyek lingkungan yang nyata, bukan sekadar teori. Nelayan tradisional juga bersuara lantang meminta perlindungan lebih kuat dari ancaman alat tangkap ilegal yang merusak ekosistem laut kita.
Bukan cuma soal keluhan, kawan-kawan muda juga kreatif. Ada permintaan bantuan sarana prasarana untuk membangun pusat kreativitas pemuda berbasis budaya di setiap kecamatan. Bayangkan, kalau setiap kecamatan punya ruang untuk berkarya, betapa hebatnya potensi kita! Kami pun sepakat bahwa cara mengedukasi wawasan kebangsaan harus diubah. Tidak perlu kaku, harus lebih santai, seru, dan relevan dengan gaya hidup anak muda zaman sekarang. Tak ketinggalan, dukungan untuk membawa produk UMKM lokal Jepara menembus pasar internasional juga menjadi prioritas yang akan terus diperjuangkan melalui jejaring parlemen.
Mendengar semua aspirasi itu, Jamaludin Malik langsung memaparkan lima komitmen nyata yang menjadi pegangan baginya:
Pertama, Advokasi Konstitusi. Beliau berkomitmen penuh menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan di pusat dengan realitas di Jepara, memastikan setiap aturan yang lahir benar-benar memihak kepentingan kita. Kedua, Aksi Hijau Berkelanjutan. Program penghijauan dan konservasi air akan terus diperjuangkan sebagai bukti nyata menjaga tanah air kita.
Ketiga, Penguatan Identitas Lokal. Narasi kearifan lokal Jepara tidak akan berhenti di level kabupaten, tapi akan terus diangkat ke forum nasional agar Indonesia tahu betapa kayanya jati diri kita. Keempat, Ketersediaan Ruang Publik. GOR JM Serbaguna dan fasilitas lainnya akan selalu terbuka sebagai ruang dialog untuk menyelesaikan setiap masalah sosial yang muncul. Dan kelima, Pelayanan Aspirasi Responsif. Jamaludin Malik menginstruksikan tim ahlinya untuk merespons setiap aspirasi masyarakat maksimal dalam 2×24 jam. Ini adalah janji pengabdian yang bisa kalian tagih langsung.
Kegiatan ini bukan akhir, tapi awal dari langkah besar kita. Kita sedang membangun fondasi bagi Indonesia yang lebih berdaulat dengan cara yang sederhana: mulai dari desa sendiri, dengan tangan sendiri, dan dengan semangat kebangsaan yang tidak lagi kaku, tapi sangat relevan bagi kita semua.
Mari kita jaga Jepara, karena menjaga Jepara adalah cara paling nyata merawat Indonesia.
