Aksi Cepat Jamaludin Malik: Tembus Banjir Kaliwungu Kudus dan Pantau Longsor Desa Tempur

JEPARA– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung meninjau lokasi bencana di wilayah Jawa Tengah. Dalam kunjungan maraton tersebut, ia menyambangi titik banjir parah di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, serta bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kabupaten Jepara.

Banjir Kaliwungu Kudus: Ketinggian Air Capai Sedada Orang Dewasa

@wisejordan

mijen Kaliwungu se timggi kap mobil aspirasi warga sekitar mijen pengen ad pelebaran sungai dan normalisasi sungai d mijen , mayong dan paren juga siaga .

♬ suara asli – Jamaludin Malik – Jamaludin Malik

Kondisi memprihatinkan terlihat di Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Curah hujan yang tinggi menyebabkan pemukiman warga terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 60 cm hingga setinggi dada orang dewasa di beberapa titik terendah.

Jamaludin Malik tampak ikut turun ke genangan air untuk menyapa warga dan memastikan bantuan logistik tersalurkan. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama saat ini.

“Kondisi di Kaliwungu cukup berat, terutama di titik-titik yang airnya mencapai sedada. Kita harus pastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan pangan serta obat-obatan bagi pengungsi tercukupi,” ujar Jamaludin di lokasi banjir.

Darurat Longsor Desa Tempur: 8.000 Warga Terisolir

Usai dari Kudus, Jamaludin Malik langsung bergegas menuju Desa Tempur, Kabupaten Jepara. Desa yang berada di lereng pegunungan ini mengalami bencana tanah longsor yang menutup akses jalan utama desa.

Dampak dari longsor ini sangat signifikan. Tercatat sekitar 8.000 warga Desa Tempur kini terisolir karena kendaraan tidak dapat melintas. Akses distribusi pangan dan mobilitas warga lumpuh total akibat material tanah yang menimbun badan jalan.

Komitmen Jamaludin Malik Terhadap Penanggulangan Bencana

Dalam kunjungannya, Jamaludin Malik berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BNPB, dan Kementerian PUPR untuk percepatan penanganan bencana di dua kabupaten tersebut.

“Untuk Desa Tempur, alat berat harus segera ditambah agar akses jalan terbuka kembali. Kasihan ada 8.000 warga yang terjebak. Sementara untuk Kudus, penanganan drainase dan normalisasi sungai harus menjadi agenda mendesak agar banjir tidak terus berulang setiap tahun,” pungkasnya.

Kepedulian Jamaludin Malik ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah daerah maupun pusat dalam memberikan bantuan darurat serta perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam tersebut