
Perkuat Kerukunan, Jamaludin Malik Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Kudus
KUDUS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik, kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan di tingkat akar rumput. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada Senin, 9 Desember, bertempat di Ulam Sari Resto, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Dengan mengangkat tema “Empat Pilar di Hati, Hidup Rukun dan Sejahtera di Kampung Kita”, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 150 tokoh masyarakat yang berasal dari dua kecamatan di Jepara, yakni Kecamatan Nalumsari dan Kecamatan Mayong.
Pentingnya Kerukunan di Tingkat Desa
Dalam paparannya, Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik menyampaikan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat desa.
“Jika Empat Pilar sudah tertanam di hati, maka hidup rukun bukan lagi tantangan. Dari kerukunan itulah kesejahteraan di kampung kita akan terwujud secara otomatis,” ujar legislator muda tersebut di hadapan para peserta.
Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik Dialog Interaktif Bersama Tokoh Masyarakat

Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan dinamis saat memasuki sesi dialog. Perwakilan peserta dari berbagai latar belakang menyampaikan aspirasi serta pandangan mereka mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing:
- Pak Mashadi (Desa Tunggulpandean): Menyoroti pentingnya gotong royong dalam menjaga keamanan desa.
- Bu Lismawati (Pegiat Perempuan Mayonglor): Menanyakan peran perempuan dalam mengedukasi nilai kebangsaan sejak dini di keluarga.
- Sutrisno (Petani Desa Karangnongko): Menyampaikan aspirasi mengenai keadilan ekonomi bagi para petani sebagai wujud pengamalan sila kelima Pancasila.
Menanggapi hal tersebut, Jamaludin Malik berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi warga, terutama terkait pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial di wilayah konstituennya.
Komitmen Fraksi Partai Golkar
Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota MPR/DPR RI untuk memastikan pemahaman kebangsaan tetap terjaga. Jamaludin berharap, 150 tokoh masyarakat yang hadir dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang menularkan semangat kerukunan di wilayah Nalumsari dan Mayong.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol soliditas antara wakil rakyat dan konstituennya dalam menjaga keutuhan NKRI.
